Rezeki Dari Allah Bukan dari Ponsel

Rezeki dari Allah Bukan dari Ponsel
Bahrul Ulum adalah nama saya, beragama Islam lahir di Jakarta. Sekolah dasar ,SLTP dan SLTA di Jakarta Timur. Sempat mengenyam pendidikan perguruan tinggi jurusan manajemen ekonomi,meski tdk lulus.

Bercita-cita menjadi dokter (Waktu ditanya oleh ibu guru saat kelas satu SD) , trus malah nyasar di Sekolah teknik (STMN 3 Jakarta),tapi kedua-duanya adalah satu bidang : IPA.
Dan karena mungkin sama-sama IPA itu lah maka suka sekali sama yang namanya kegiatan alam dan interaksi sosial. Misalnya Pramuka ( GUDEP 113 STMN 3) . Pernah mendaki gunung salak,gunung gede, dan pernah juga nyasar di gunung.

Rezeki bukan Dari Ponsel
Kelar STM, ceritanya mau kerja di bidang teknik elektronika, sempat setahun , tapi ternyata tdak merasa nyaman. Setahun kemudian, dengan accident tiba-tiba diperkenalkan di dunia aluminium kaca yang sama sekali tdk ada hubungannya dengan pendidikan sekolah.

Akhirnya merasa nyaman di dunia aluminium kaca, sampai sekarang terus exist disana, sambil berusaha mengembangkan aneka pekerjaan : Kusen aluminum,Pintu aluminium,Jendela Aluminium, Partisi kaca,Pintu Kaca, dll . Dan membuka website di www.sumberaluminium.com dan www.aluminiumkaca.blogspot.com

Dalam menjalankan usaha, aku sudah punya GOAL. Tapi aku tidak mau diperbudak oleh Goal ku itu. Bagiku Goal hanyalah sebuah rencana , dan selebihnya aku serahkan kepada Allah SWT yang maha penentu rencana. Aku hanya rutin menjalankan usaha,memperbaiki yang salah, meningkatkan teknik-teknik, melengkapi sarana dan prasarana, merekrut dan melatih pegawai, membuat neraca pembukuan, membuat surat pesanan dan juga surat penawaran , dll.

JIka aku dapat order : Alhamdulillah, jika tidak : Alhamdulillah juga. Semua aku serahkan kepada ALLAH SWT Sang Maha pemberi Rezeki. TIdak terlalu ngotot harus dapat, tidak ngoyo harus ada order, tidak dan tidak.... Sekali lagi.. aku hanya berusaha dan akhirnya Allah saja yang menentukan.

Oleh karena itu, aku tdk mau kemana-mana membawa telephon atau ponsel, yang kata orang itu sumber rezeki ( Astaghfirullah ) . Biar saja orang bilang begitu , sebab dengan kemana-mana selalu bawa ponsel, hidupku akan terkungkung oleh ponsel. Serba ketakutan jika tdk bisa menjawab ponsel. Wahhh kacau.. ponsel sudah jadi barang yang ditakuti.

Biar saja orang-orang bilang kalau aku tidak profesional, karena jika profesioanal aku malah dikuasai ponsel dan melalaikan ALLAH , itu adalah malapetaka besar buat hidupku,

Biar saja aku dibilang membuang rezeki, karena jika dengan menunggu ponsel adalah sumber rezeki, itu adalah kebohongan besar buatku.Kalau aku akan bilang : Sumber rezeki itu adalah Sholat , kenapa ? silahkan tanya dulu ke pak Ustad yah... jadi aku berusaha untuk terus memperbaiki Sholat yang benar.

Oleh sebab itu , didalam website pekerjaan ku , aku menuliskan permohonan maaf atas kekurangan ku dalam menjawab setiap panggilan telephon. Aku meminta mereka untuk SMS jika aku sedang tidak bisa dihubungi.

Bagiku.. Allah SWT yang menentukan apakah rezeki itu menjadi milik aku atau bukan. Jika sebuah panggilan telephon adalah rezeki, maka dia tidak akan kemana-mana, dan akan tetap sabar menghubungiku meski harus beberapa kali dan beberapa hari mencoba menelpon aku ( Sudah banyak kosnumen ku yang begitu) dan Inysa Allah itu adalah rezeki yang Halal dan Berkah... Amiien..

Salam
Bahrul Ulum